Simply Thoughts

try to share my thoughts, my experience, my opinion from my point of view..

Thursday, May 20, 2010

Indonesia never respect to their own Indonesian

Dapat link yang cukup menarik

Orang Indonesia di Belakang Lin Dan
Senin, 17 Mei 2010 | 12:13 WIB
ReproThestar
Tang Hsienhu dan Lin Dan
 
JAKARTA, KOMPAS.com — Di belakang penampilan gemilang tunggal utama China, Lin Dan, ternyata ada pelatih besar kelahiran Indonesia.
Pada ajang Piala Thomas di Bukit Jalil, Malaysia, 9-16 Mei lalu, Lin Dan tampil begitu perkasa. Ia melalap pemain dari negara lain, termasuk pemain peringkat satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei, dan pemain utama Indonesia, Taufik Hidayat, pada babak final.
Setiap kali Lin Dan bertanding, di tepi lapangan duduk pelatihnya, seorang yang sudah uzur. Namun, bagi para pemain bulu tangkis dari China dan Indonesia yang mengenalnya, orang tua itu dikenal sebagai seorang tua yang banyak ilmunya. Seorang locianpwe, kalau menggunakan istilah penulis cerita silat masa lalu, Kho Ping Hoo.
Orang tua itu, Tang Hsien Hu, Tang Xianhu, atau Tong Sinfu, merupakan seorang yang sangat dihormati Lin Dan. Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini selalu mengatakan, semua kemenangannya hanya dipersembahkan buat Tang atau Tong.
"Dia memang pelatih saya, tetapi saya memandangnya sebagai kong-kong, kakek saya. Ia seorang pelatih yang bertanggung jawab dan saya beruntung memilikinya.  Ia tidak hanya membimbing saya dari segi teknik, tetapi juga dalam nilai-nilai kehidupan," kata Lin Dan.
Kehadiran Tang atau Tong di tepi lapangan saat Lin Dan menghadapi Taufik Hidayat pada partai pertama final Piala Thomas, Minggu (16/5/2010), sebenarnya merupakan psy war yang sangat dahsyat buat tim Indonesia. Tong memang lahir dan besar di Indonesia, tepatnya di Teluk Betung, Lampung, 13 Maret 1942. "Di Tiongkok, nama saya sering disebut Tang Xianhu atau Tang Hsien Hu, bergantung dialek daerah masing-masing. Namun, orangtua saya memberi nama Tong Sin Fu," katanya tahun lalu.
Kembali ke Tiongkok saat 1950-an, ia kembali ke Indonesia sebagai pelatih pada 1986. Pertama melatih di klub Pelita Jaya, Tong kemudian ditarik menangani pelatnas Cipayung. Di tangan dingin Tong atau yang kerap dipanggil "Oom Tong" oleh para pemain, lahir pemain-pemain yang kemudian membawa Indonesia mendominasi dunia bulu tangkis 1990-an, seperti Alan Budikusuma, Ardy B Wiranata, Hariyanto Arbi, maupun para pemain putri angkatan Susy Susanti dan Lily Tampi.
Oom Tong inilah yang ikut dalam  proyek besar merebut medali emas Olimpiade Barcelona 1992 yang dipenuhi oleh Alan Budikusuma dan Susy Susanti. Bahkan, Tong kemudian ikut membidani lahirnya generasi Hendrawan.
Namun, cerita Tong di Indonesia berakhir pada 1998 setelah permohonannya menjadi warga negara Indonesia ditolak. Ia kemudian kembali ke China dan kembali ditarik melatih timnas China. Di tangannya kemudian lahir generasi baru China, seperti Xia Xuanze hingga Lin Dan dan Xi Jinpeng.


http://olahraga.kompas.com/read/2010/05/17/12132156/Orang.Indonesia.di.Belakang.Lin.Dan

Mengapa Tong Sin Fu Memilih Kembali ke China
Laporan wartawan Kompas.com A. Tjahjo Sasongko
Rabu, 19 Mei 2010 | 15:15 WIB
ReproThestar
Tang Hsienhu saat mendampingi Lin Dan di final Piala Thomas
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan pemain nasional Alan Budi Kusuma menganggap negara lain lebih memberi penghargaan kepada para pelatih bulu tangkis yang berprestasi.

Hal ini diungkapkan oleh Alan mengenai sosok pelatih China kelahiran Indonesia, Tong Sin Fu atau Tang Hsienhu, yang mendampingi para pemain negeri itu mengalahkan Indonesia 3-0 pada final Piala Thomas, Minggu (16/5/2010).

Alan memang dikenal dekat dengan pelatih kelahiran Teluk Betung, Lampung, 13 Maret 1942. Perkenalan terjadi saat Tong melatih di Indonesia pada 1987 hingga 1998. "Bayangkan, pada usia setua itu, ia masih diberi  kesempatan duduk mendampingi pemainnya. Padahal setahu saya, ia memiliki masalah dengan jantungnya, serta memang sejak muda hidup dengan satu ginjal," katanya.

Peraih medali emas olimpiade ini memang merupakan salah satu anak didik Tong  sejak muncul akhir 1980-an. Menurutnya, Tong sebagai pelatih menanamkan disiplin tinggi buat anak didiknya. "Kalau latihan pukul delapan, dia sudah di lapangan pukul 07.30. Kami terlambat satu menit saja akan disuruh pulang," ungkapnya.

Ia juga memuji Tong yang memiliki metode latihan yang unik dan tidak pernah sama untuk setiap pemain. "Saya dengan pemain lain, seperti Ardy, diberikan metode latihan yang berbeda. Namun, setiap memberikan teknik latihan, Om Tong selalu bilang, latihan yang dijalankan itu akan memberi hasil tiga bulan kemudian. Dan ini terbukti," ungkapnya.

Mereka terus bersama hingga Tong memutuskan kembali ke China setelah permintaannya untuk memperoleh surat bukti warga negara Indonesia ditolak.

"Om Tong memang cerita tentang kesulitan dia memperoleh izin naturalisasi. Dia telah mengajukan selama lebih dari sepuluh tahun dengan biaya sendiri hingga habis lebih dari Rp 50 juta-an," kata Alan. "Awalnya dia telah mendapatkan KIMS (kartu izin menetap sementara) yang diperpanjang dengan menerima KIM (kartu izin menetap), tetapi ketika saatnya mendapatkan surat bukti WNI, dia malah diminta mengurus ulang proses mendapatkan KIMS," katanya.

Alan ingat bagaimana reaksi Tong Sin Fu saat permintaannya mendapatkan surat bukti WNI gagal. "Waktu itu kami masih latihan hingga pukul 10 malam. Om Tong bilang saya mau ke imigrasi sebentar," katanya. "Pukul 11 malam, dia pulang dengan menendang pintu ruang latihan sampai kami semua berhenti berlatih. Om Tong cuma teriak, 'kurang ajar... gue disuruh ngulang prosesnya!'" kenang Alan.

Alan tidak tahu apakah dalam proses mendapatkan surat WNI tersebut Tong mendapat bantuan dari pengurus PB PBSI atau pejabat berwenang lainnya. "Beberapa hari setelah kejadian itu, dia bilang memutuskan akan kembali ke China," katanya. "'Lan, apa sih yang kurang saya lakukan buat negeri ini? Saya sudah membawa gelar juara, juga dapat penghargaan dari Presiden. Tapi semua itu tidak ada gunanya'," ucap Alan mengulangi perkataan Tong.

Saat itu, Alan, karena masih menjadi pemain, meminta Tong mempertimbangkan keputusannya itu. Namun, pelatih yang pernah melahirkan nama-nama besar di China, seperti Lin Ying/Wu Dixi dan Li Lingwei ini mengatakan, "Gue di sini warga negara asing. Kalau mati di sini, istri dan anak gue makan apa?"

Tong memang menikah dengan seorang wanita dari China daratan pada usia cukup lanjut dan memiliki putra yang seingat Alan baru berusia enam tahun. "Mungkin setelah menghubungi koleganya di China, ia mendapat kepastian tentang masa depannya di sana," ucap Alan.

Juni 1998, Tong akhirnya kembali ke China dengan membawa keluarga. Ia diantarkan oleh para mantan anak asuhnya, antara lain Alan Budi Kusuma, Candra Wijaya, Hariyanto Arbi, dan Hendrawan sampai ke bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Alan, setelah pindah, Tong ditarik sebagai pelatih tingkat provinsi kemudian timnas oleh  pelatih kepala, Li Yongbo. Sebagai pelatih timnas, Tong Sin Fu atau Tang Hsien Hu mendapat jaminan, seperti rumah, kendaraan, dan jaminan hidup hingga seumur hidup anaknya. Ya, seumur hidup anaknya!

http://olahraga.kompas.com/read/2010/05/19/15152728/Mengapa.Tong.Sin.Fu.Memilih.Kembali.ke.China

Friday, July 4, 2008

Axe Effect Indonesian Ad

Mantep pisan neh, iklan Axe yg baru dgn bintangnya Asmirandah..

Bener2 bening banget ini si Asmirandah, apalg dengan aktingnya yg menggoda gitu..

Enjoy.. :)

Saturday, June 21, 2008

Hr ini lg diambang masa2 suram neh. lg cekak2nya gw di bulan ini. Mana ud hape ilang, pengeluaran ada aja yg bikin boros.. duit gw ud paspasan banget neh buat sampe akhir bulan. mo cepet2 gajian deh to end this bad dream of this month.


ada quote yg cukup bagus, td gw baca di mana gt, gw suka kata2nya..

"Apakah anda tahu cara membawa pasir?bukan dengan digenggam,
pasirnya akan hilang lewat sela-sela jari.
Bawalah dengan tangan terbuka, dan pasir itu akan utuh sampai tujuan.
Ibaratkan pasir itu dengan hubungan anda,
jalanilah dengan saling percaya, Insya Allah akan tiba pada tujuannya"

ngarep mode-ON

cheers,
-ambro-

Thursday, June 12, 2008

Albothyl, obat sariawan ???

Gw td ke toko obat beli albothyl, gara2 sariawan gw ga kunjung sembuh, mana gedenya lmyn banget. Trs pas ud beli, pas plg, gw liat dusnya, kok ga ada tulisan buat obat sariawan sama sekali, trs baca2 kertas cara pemakain. Lebih mabok lg, ga ada tulisan buat sariawan, terus yg bikin pusing, ini obat kok tulisannya bisa buat vagina ??? beh trs peringatannya "Awas obat keras, hanya bagian luar badan". Bibir itu bagian luar kan ?? Gw ga pede lgsg tanya ke oom Google deh, eh baca2 ternyata bener ini obat buat sariawan hehe.. Ini gw lg coba pakein, agak perih seh, ga tau berapa lama neh lgsg sembuh...

Lagi sueeee... Hape gw ilangg...



Ini gambar hape kesayangan gw yg lenyap huhuuu..

Ud lama neh, gw ga update blog gw, almost two months gw ga posting. Ga tau napa, lg ga ada ide / selera utk menuangkan pikiran gw dlm bentuk tulisan. gw pgn cerita masa2 gw yg lg "bau" neh.. Gw baru aja kehilangan handphone neh, baru beberapa hari kmrn. Bukan nomor utama gw seh, and emang jg hapenya ga gitu mahal. Tp ternyata nyakit jg loh. Baru ngerasain neh pertama kali hape gw ilang, its completely stupid. Ini hape gw bnr2 jarang dipake org, trs bentuknya yg unik, makanya gw demen banget ama tuh hape. ini hape Pantech model flip gitu. modelnya bener2 mini..

Kronologisnya, pulang gawe sore2 jam 4, naek motor, sempet ngelas knalpot motor di pinggir jalan, lantaran suara knalpotnya mulai agak "racing" ky bajaj. gw masi smpt smsan ama tmn gw, trs itu hape gw kantongin deh di kantong celana samping. abis itu ngacir plg rmh. Plg ampe rumah dalam keadaan nyantai, gw baru nyadar pas abis makan, sekitar jam6.30. Kok hape gw yg mini itu ga keliatan, nyari2 kaga ada. Baru gw tes telpon, sekali telp shit, ga ada bunyi apa2 di rmh, n ga nyambung ternyata.. Lgsg lemesss.. telp sekali lg.. sama jg nasibnya.. shit.. lgsg inget2 lg, hape gw dimana yah terakhir.. damn.. kynya ilang dijalan..

Tmbh lemes lg, ternyata no XL bebas gw ini, baru gw isi pulsa, bbrp hari kmrn, blm nyampe seminggu. terakhir gw inget pulsanya masi 140 rban... melesukan.. sakit ati..
Shit, gw ud yakin pasti diambil org, tp gw masi berharap besok gw ke XL center,gw pgn aktifin lg,soalnya free sms neh sbulan. At least pulsa gw masi ada sisanyalah moga2, Dengg... pas besokkan ke XL center, no gw bs sih diaktifin lg, dgn pulsa terakhir kali. SEkali ngecek pulsanya, ternyata pulsanya tinggal 9.965... astaga naga bonar, sakit ati deh.. Ud ambil lg bayar lg 18rb.. lengkap deh penderitaaan gw. Makan tajinnn.... lesu,letih, lemas, sakit ati,gondok, jadi satu.. Yah anggep berderma deh ama org yg menemukan...

sueeeeee banget seh gw.....

Tuesday, April 15, 2008

Bedanya Jakarta, Singapura and Dubai

Gw lg iseng aja neh, td ada liat neh thread di sebuah forum, its so interesting,,
Di bawah ini lu bakal liat bedanya pembangunan antara Kota Jakarta, Singapura ama dubai.. Sumpah pesat banget tuh Dubaii.. ga ada matinyee..

"Jakarta Tempo Dulu"




"Jakarta Sekarang"



"Singapore Tahun 1991"


"Singapore Tahun 2007"



"Dubai Tahun 1991"


"Dubai Tahun 2005"

Sunday, April 13, 2008

Three Kingdoms





Couple weeks ago, pas lg bengong2, tau shok pas ngeliat ada film baru, judulnya Three Kingdoms - Resurrection Of the Dragon. Apalg sekali liat wah si Andy Lau yg maen. Wah ini film bener2 bikin gw ngebet untuk ntn deh..

Btw sbg prolog, Gw dari kecil, demen bgt ama cerita Romance Of Three Kingdoms, sebuah cerita novel dari Cina Jaman bahala. Gw ketepa koko gw seh tepatnya bs ikutan suka ini, gara2 liat dia lg maen game Komputer (samkok) ini, gw jd ikut2an demen deh. Apalg pas baca ceritanya yg lmyn panjang bgt, tp seru seh.

Akhirnya pas ud kelar ntn, yah seru seh utk film actionnya, tp agak2 kecewa dikit, krn cerita yg difilm emang ternyata beda banget sama yg di buku. Tp utk ceritanya seh intinya, menceritakan profil seorang perwira perang yg setia ama rajanya (Liu Bei), dimana dimaenin sama Andy Lau sbg Zhao Zilong / Zhao Yun. Cerita ini berawal dari dia pas pertama kali bergabung, sampai saat dia terakhir kalah perang. Gw seh demennya film ini ga bener2 fokus ke action dalam peperangan, tp jg ada cerita dari strategi2nya. And gw kasi acungan jempol buat si Andy Lau, dia cocok banget meranin neh tokoh, ga tau napa ngeliat dia yg makin tua, tp makin sangar aja deh..

Btw denger2, sekitar bulan juli, bakal ada film yg berhubungan dengan three kingdoms lg,. Battle of The Red Cliff kl ga salah,, wah itu pasti bakal seru deh.. hrs gw tonton deh..